Jumat, 06 Desember 2013
0 komentar

Mengelola File dan Database pada VB.NET




1. File
Jika Anda menyebut database, umumnya orang akan mengartikannya sebagai salah satu software RDBMS (Relation Database Management System), seperti Microsoft Access, Microsoft SQL Server, atau MySQL.
Tetapi jika mengambil pengertian database sebagai basis data, maka sebuah file teks juga dapat berfungsi sebagai database, tentu saja dalam bentuk yang sederhana. Pada file teks Anda dapat menganggap sebuah file sebagai sebuah table, sementara setiap baris pada file teks merepresentasikan record yang ada.

Setiap record terdiri dari field-field. Pada file teks, Anda dapat menggunakan sebuah karakter pemisah (delimiter character) yang unik sebagai pemisah antar-field, misalnya menggunakan karakter * (asterisk), & (ampersand), dan seterusnya. Walaupun tentu saja tidak disarankan menggunakan file teks sebagai database aplikasi peminjaman buku, kecuali jika Anda menyiapkan cukup banyak Aspirin untuk mengobati sakit kepala Anda. Lalu Anda bertanya, untuk apa mempelajari operasi file jika ingin membuat aplikasi database seperti sistem peminjaman buku? Membuat database untuk menampung table buku, transaksi peminjaman, pelanggan, dan seterusnya di dalam file teks memang bukan pilihan bijaksana, baik dari segi kompleksitas maupun pemeliharaan dan keamanan data. Tetapi, Anda masih dapat menggunakan file teks untuk keperluan lain dalam aplikasi.

Katakanlah, Anda ingin menyimpan konfigurasi, seperti username, password, lokasi database, dan lain sebagainya. Pada kasus ini, Anda dapat menggunakan file teks sederhana. Ada kalanya juga Anda memerlukan file teks dan operasi baca tulis file untuk melakukan proses import/export data.

2. Memeriksa Eksistensi File
Sebelum melakukan operasi file seperti membaca ataupun menulis isi file, Anda harus memeriksa keberadaan file tersebut terlebih dahulu. Tidak sulit untuk melakukannya dalam Visual Basic .NET, anggaplah Anda ingin memeriksa keberadaan file “config. ini”, maka Anda hanya perlu menuliskan kode sebagai berikut:
Dim oFile As System.IO.File
If oFile.Exists(“config.ini”)
then
‘- statement jika fileconfig.ini ada
End If
Pada kode program di atas, Anda mendeklarasikan variabel oFile yang merupakan object yang diturunkan dari namespace System.IO, yang umum digunakan untuk bekerja dengan fi le teks, file biner, stream, ataupun direktori. Alternatif penulisan lain adalah dengan menuliskan:
If System.IO.File.Exists(“config.ini”) then
‘- statement jika file config.ini ada
End If
Perbedaannya adalah, pada kode program di atas Anda tidak memerlukan variabel untuk menampung class object, Anda juga dapat meng-import namespace System.IO terlebih dahulu dengan perintah
Imports System.IO
untuk selanjutnya menggunakan class-class yang terdapat pada System.IO.
Anda dapat melakukan eksplorasi lebih dalam dengan class dan method yang terdapat pada System.IO. Misalnya
System.IO.File.Delete
untuk menghapus file,
System.IO.File.Copy
untuk meng-copy file, atau
System.IO.File.Encrypt

dan
System.IO.File.Decrypt
untuk melakukan enkripsi dan dekripsi file.

3. Operasi File
Proses selanjutnya yang dapat Anda lakukan adalah membuat file baru atau membuka file yang sudah ada, untuk kemudian melakukan penulisan atau pembacaan isi file. Untuk membuat file baru dan menuliskan sebuah teks ke dalamnya, Anda dapat menggunakan
System.IO.StreamWriter
contoh kode programnya adalah sebagai berikut:
Dim ioFile As New System.
IO.StreamWriter(“test.txt”)
ioFile.WriteLine(“SelamatPagi”)
ioFile.Close()
Kode program di atas akan menghasilkan sebuah fi le teks bernama test.txt yang berisikan string “Selamat Pagi”.
Mudah ditebak, jika
System .IO.StreamWriter
digunakan untuk menulis file, maka untuk membaca file digunakan System.IO.StreamReader. Jika method WriteLine digunakan untuk menulis isi fi le, maka method ReadLine digunakan untuk membaca isi file.

4. ADO.NET
Sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan bagaimana mengoperasikan perintah-perintah untuk mengakses RDBMS, untuk itu Anda wajib mengenal ADO.NET. ADO (Active Data Objects) merupakan
kumpulan komponen untuk mengakses data dan data services, ADO.NET merupakan bagian dari class library framework .NET. Pada Visual Basic generasi pra .NET, Anda tentu sudah mengenal DAO dan ADO, bukan? ADO.NET menggunakan konsep yang sedikit berbeda dengan DAO maupun ADO.
ADO.NET terdiri dari dua bagian utama, yaitu Data Provider dan DataSets.

5. Data Provider
Merupakan kumpulan class untuk mengakses sumber data. Contoh sumber data adalah RDBMS seperti Microsoft SQL Server, Oracle, MySQL, dan seterusnya. Masing-masing sumber data tersebut memiliki object provider sendiri-sendiri, tetapi masing-masing memiliki class yang umum sebagai berikut:
1. Connection.
Menyediakan koneksi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan sumber data.
2. Command.
Digunakan untuk melakukan akses pada sumber data, seperti membaca, menambah, update, atau menghapus data.
3. Parameter.
Merupakan parameter atau argumen yang dikirimkan pada sebuah perintah. Misalnya parameter untuk stored procedure.
4. Data Adapter.
Digunakan sebagai jembatan untuk melakukan transfer data antara sumber data dan object DataSet.
5. Data Reader.
Class yang digunakan untuk melakukan proses pada data yang besar dengan efisien.

6. DataSets
Object DataSet merupakan sebuah grup yang berisikan class untuk mengakses relational database. Mungkin Anda mengenal RecordSet pada ADO, pada platform .NET ini, DataSet menggantikan fungsi RecordSet
yang berlaku pada ADO. Di dalam DataSet, terdapat object-object sebagai berikut:
1. Object DataTable.
Merepresentasikan sebuah table dalam database, di mana table tersebut memiliki nama, kolom, dan baris.
2. Object DataView.
Melakukan pengurutan (sort) pada data dan melakukan fi lter pada record.
3. Object DataRelation.
Relationship antar-table, seperti relationship primary key dan foreign key. Dengan menggunakan object DataSet, aplikasi Anda dapat melakukan koneksi pada database, memproses query untuk kemudian melakukan diskoneksi pada database. Koneksi akan dilakukan lagi kemudian, untuk meng-update database dengan perubahan yang telah dilakukan. Dengan demikian, Anda tidak perlu terusmenerus melakukan koneksi pada database, yang mana merupakan solusi ideal untuk aplikasi web. Selain itu, DataSet dapat menyimpan content-nya ke dalam XML, sehingga dapat digunakan untuk web services atau aplikasi terdistribusi.


Sumber : PCMedia
 
Toggle Footer
Top